19th World Festival of Youth and Students 2017 in Russia

j-PW4DhG_400x400

Hello! Kali ini aku akan share kegiatan internasional bulan Oktober 2017 lalu. Sejauh ini, acara tersebut adalah acara terbesar yang pernah aku ikutin and that was really cool! Mungkin aku bakal menyesal kalau gak ngambil kesempatan ini dulu.

Sebelum kita bahas Festival tersebut, aku mau menyampaikan satu hal. Pada dasarnya, segala sesuatu apapun itu pasti tidak ada yang sempurna. Semuanya memiliki 2 sisi dimana terdapat kekurangan dan kelebihan. Tapi dengan hal itu pula kita belajar untuk memilah mana hal yang patut kita jadikan contoh dan mana yang tidak. Ketika kita fokus kepada hal yang positif, itu sangat membantu untuk bisa lebih bersyukur dan ketika menghadapi masalah pun bisa menyelesaikannya dengan tenang.

We might have complained about things not turning out as expected, however at some point those complaints had to have stopped and someone decided to find a solution to the problem.

When you complain, you also hurt yourself in a multitude ways. It’s also likely to increase your stress levels.

Jadi daripada capek-capek, mending kita fokus sama yang positif-positif ajaa 🙂

Mari kita bahas WFYS 2017 ini!

Banyak yang tanya, tau darimana sih acaranya? Jawabannya : dari Google. Sesimpel itu, haha. Kita bisa manfaatkan internet buat cari segala informasi yang tentunya bermanfaat. Untuk bisa berpartisipasi dalam acara ini pun ada seleksi beberapa bulan sebelum kegiatan dilaksanakan.

Dalam pembahasan WFYS kali ini, aku rangkum dalam beberapa poin dan poin-poin tersebut adalah the coolest things about WFYS versi-ku! Banyak sekali kegiatan yang ada di acara ini yang gak bisa dibahas satu-satu, bagi yang beneran mau kepoin segalanya tentang acara ini bisa kunjungi websitenya langsung yaitu www.russia2017.com atau instagramnya  www.instagram.com/wfys2017. Pada website tersebut sudah sangat lengkap dan kalian pun bisa nonton kegiatan yang sudah dilaksanakan!

  1. World Festival of Youth and Students

Festival ini sangat bersejarah di dunia, pertama kali diadakan pada tahun 1947 di Prague, Czechoslovakia dan tahun-tahun berikutnya di negara yang berbeda-beda. Festival ini tidak diadakan setiap tahun. Pada Festival 2017 di Rusia kali ini terdapat Regional Programme di beberapa kota di Rusia dengan tema masing-masing. Sebagai participant of WFYS, kita bisa memilih untuk ikut Regional programme terlebih dahulu atau langsung ke Festival di Sochi yang merupakan pusat acara ini. Namun untuk mengikuti Regional Programme kita harus melalui tahap seleksi lagi. Regional Programme itu sendiri dilaksanakan di 15 kota di Rusia.

Screenshot_2

Motto Festival yang ke – 19 ini yaitu “For peace, solidarity and social justice, we struggle against imperialism – Honoring our past, we build the future!”. Festival ini melibatkan delegasi berusia 18-35 tahun dari 150 negara di dunia dengan latar belakang yang beragam.

  1. Fasilitas!

Fasilitas yang diberikan yaitu Accommodation, Catering, Free plane tickets from Moscow – Regional Programme – Sochi – Moscow, Shuttle bus, Free bike project, Visa, Uniforms, Simcard, Mobile phone, Internet, Medical Assistance, Cloakrooms, Prayer rooms, Emergency numbers, Festival Programme, etc. Nah dari fasilitas-fasilitas tersebut ada beberapa yang akan aku bahas!

Pertama-tama yang akan aku bahas adalah simplified procedure for obtaining Russian visa! Untuk mendapatkan visa ini kita tidak dibebankan biaya sama sekali, dokumen yang kita persiapkan hanya paspor, formulir visa, foto dan LoA aja. Selain itu kita gak perlu antri, cukup simpan dokumen di tempat khusus program WFYS di Konsulat Federasi Rusia. Visa ini pun sehari jadi, gak perlu dokumen tiket pesawat ataupun rekening dan lain-lain. Yay!

Yang kedua adalah tiket pesawat. Nah untuk tiket pesawat dari negara masing-masing ke Rusia tidak ditanggung oleh acara ini. Berdasarkan pengalaman teman-teman delegasi Indonesia, untuk tiket pesawat dari Indonesia ke Rusia dan sebaliknya dapat disponsori oleh Kemenpora, Universitas, Institusi/Perusahaan, Pemerintah Daerah, dsb. Individu ataupun kelompok dapat mengajukan proposal untuk bantuan dana tiket pesawat ini.

Bagi yang lolos Regional Programme, yaitu delegasi yang dapat program tambahan di kota lainnya di Rusia, mendapatkan free plane tickets Moscow – Regional Programme – Sochi – Moscow. Lumayan kan jalan-jalan lihat beberapa kota Rusia? 😀 Aku sendiri mengikuti Regional Programme di kota Yekaterinburg dengan tema The Future of Science and Global Education; Industries of the Future.

Yang selanjutnya agak unik dan mengejutkan buatku adalah setiap individu difasilitasi simcard, internet, sekaligus hand phone nya! karena memang untuk mengikuti kegiatan yang ada disini terdapat aplikasi yang kita gunakan untuk melihat jadwal discussion/cultural/sporting programme, map, transport, food atau informasi penting lainnya yang kita butuhkan selama acara di sana.

Untuk accommodation, yang disediakan di sini termasuk hotel-hotel yang sangat nyaman kalau menurutku. Tapi sayangnya gak sempat fotoin karena tiap sampai kamar langsung pengen istirahat, haha. Di Yekaterinburg, hotel untuk participants yaitu http://hotelpanorama-ural.ru/ dan hotel di Sochi pun sudah cukup nyaman, bersih dan suasananya tenang.

Catering yang disediakan sangat cukup buatku, malah sering aku bawa ke kamar karna masih banyak yang belum dimakan. Disana pun terdapat pilihan makanannya, kita bisa pilih sesuka kita. Makanan yang disediakan pun makanan-makanan yang sehat. Tapi ya teman-teman Indonesia tetap bekal bon cabe, dan bumbu penting lainnya. Haha!

Nah yang terakhir aku bahas di poin ini adalah hiburan. Acara ini pun ngasih kita tiket gratis ke Sochi Park (semacam Dufan-nya Jakarta) dan discount ke tempat wisata sekitar yaitu Rosa Khutor. Bisa main deh!

  1. Regional Programme

Untuk participants yang tertarik ikut Regional Programme, bisa memilih 3 kota dengan urutan pilihan 1, pilihan 2 dan pilihan 3. Lalu setelahnya participants diseleksi deh lolos di pilihan kota yang mana dan berdasarkan tema nya pula yaitu sebagai berikut.

  1. Veliky Novgorod – A Healthy Generation in a Healthy World;
  2. Vladivostok – The Future of Science and Global Education;
  3. Ekaterinburg – The Future of Science and Global Education; Industries of the Future;
  4. Izhevsk – World Culture. Peoples Who Live Together;
  5. Kazan – Traditions and Technologies;
  6. Kaliningrad – Economy for Future Development; Global Politics and Its Challenges;
  7. Krasnoyarsk – Universiade 2019. Reaching out to the World!;
  8. Makhachkala – World Culture. Shared Traditions;
  9. Novosibirsk – The Future of Science and Global Education;
  10. Orenburg – Economy of the Future. Innovative Enterprises as Drivers of Development;
  11. Rostov-on-Don – World Culture. Shared Traditions;
  12. Petersburg – Creating the Future: Architecture and Design; International Youth Policy;
  13. Sevastopol – History Uniting the World;
  14. Tyumen – Youth Creativity and Creative Spaces;
  15. Yaroslavl – World Culture. History and Traditions.

Di program ini jumlah participants lebih sedikit dan terbatas dibandingkan dengan acara di Sochi dan jadinya bisa lebih mengenal teman-teman baru.

  1. Festival in Sochi!

Festival di Sochi ini bisa dibilang acara yang super besar, kegiatan dalam berbagai bidang ada semua di sini. Berbeda dengan Regional Programme dimana kita benar-benar mengikuti kegiatan sama-sama dari A-Z dengan tema tertentu, di Sochi ini kita bisa memilih kegiatan sesuai minat kita. Dari mulai Discussion Programme, Cultural Programme sampai Sporting Programme bisa kita pilih dan kita bisa atur jadwal kita sendiri mau ikut apa, hari apa, di gedung apa. Bahkan bagi yang suka sepakbola pun bisa main langsung dan tanding dengan negara-negara lain dari seluruh dunia!

Untuk Discussion Programme dimulai dari tanggal 14-21, kegiatan ini cukup banyak sekali. Dengan aplikasi WFYS, kita bisa lihat jadwal dengan keterangan tanggal, jam, tema, ruangan/gedung. Setelah itu jika kita tertarik untuk mengikuti kegiatan tersebut maka kita tandai dan kita buat schedule kita sendiri. Berikut tema-tema besar dari Discussion Programme.

Scientific-educational and Discussion Programme

  • The future of science and global education
  • Design the future: architecture and design
  • Technologies of the future
  • The environment and health
  • New media (youth media centre)
  • Civil development platform
  • World Culture
  • Economy and development for the future
  • Global politics, their agenda, and how to protect international peace
  • Industry for the future
  • Aviation of the future
  • Energy for the peoples without borders
  • The global railway: bringing the future closer
  • Forum of The World Federation of Democratic Youth
  • Panel Discussion (conferences, seminars, open mike, working sessions)

Selain itu ada Cultural Programme yang mencakup kegiatan-kegiatan berikut.

  • Youth Photo Centre
  • Library of the Future interactive space
  • Art Centre
  • International Youth Film Forum
  • Dance Academy
  • New Theatre
  • MORE JAM Street Culture Festival
  • Sochi Jazz Festival directed by People’s Artist of Russia Igor Butman
  • Contemporary Music Festival
  • Maximum Festival from MAXIMUM radio
  • National Cultures Day
  • Final concert of the Youth World Symphony Orchestra
  • ‘Music: Vision of the Future’ gala concert
  • Russia Show
  • Special project Robotics Showcase and Robot battle Sochi 2017

Untuk Sporting Programme, kegiatannya sebagai berikut.

  • World ‘Ready for Labour and Defence’ competitions
  • Workout area
  • Mini-football tournament ‘Towards the 2018 FIFA World Cup’
  • Interactive zone of the Silk Road rally
  • Friendly matches in street ball and basketball
  • Interactive Area of the Dance Sport and Acrobatic Rock-n-Roll Federation
  • Master classes and basic hockey training
  • Mass skating and master classes on figure skating
  • Extreme sports zone
  • National sports and sports activities zone
  • Demonstration program of the Russian Martial Arts Union
  • Interactive computer sports zone
  • Table tennis
  • DAILY SITES
  • Board game zone
  • Collective training
  • Chess lounge
  • Co-race

Nah berikut ini adalah aplikasi yang kita gunakan selama di Sochi.

Screenshot_17

Banyak sekali kegiatan yang ada di Festival ini dan bisa kita pilih sesuai dengan minat kita masing-masing. Selain itu untuk Discussion Programme, terdapat Linguistic Support yaitu para interpreters yang menerjemahkan ke dalam bahasa-bahasa PBB.

Di Festival Sochi kita bisa menemukan Youth Expo! Kita bisa explore negara-negara yang ada di dunia, organisasi-organisasi dan masih banyak lagi. Seru bisa bertemu dengan orang-orang dengan latar belakang yang berbeda dari seluruh dunia. Saling sapa, damai, kerjasama dan saling bertukar souvenir khas dari negaranya masing-masing. Nah ini, penting buat kita bawa souvenir khas Indonesia kalo ikut acara seperti ini. Yang tidak kalah mengagetkan juga adalah ketika Opening Ceremony, ada One Republic! Hahaha. Sayangnya teman-teman Regional Programme masih berada di kotanya masing-masing.

Sekian cerita kali ini! Segini pun masih ‘sebagian’ cerita Rusia kemarin. Yang paling aku harapkan adalah kita bisa selalu se-damai itu di tengah perbedaan yang ada. Cheers!

Screenshot_1

Advertisements

The Value of Being Different

 

tumblr_odtpk2Q2VT1vrx75do1_500

Being different, what’s the matter? dalam kehidupan sosial mungkin seseorang yang tampak berbeda menjadi salah satu aspek yang menarik perhatian untuk dibicarakan, dikomentari ataupun lebih parahnya lagi dijadikan bahan ejekan dan munculah ungkapan-ungkapan berbau diskriminasi. Tampak berbeda mungkin bisa sesuatu yang positif dan diperlakukan lebih istimewa daripada yang lain. Sebenarnya menurut aku pribadi, mungkin lebih indah ketika kita bisa memperlakukan satu dengan yang lainnya sama dan tidak membeda-bedakan apapun itu alasannya. Setuju gak?

Kali ini aku bakal berbagi sedikit pengalaman yang mungkin sudah memberikan banyak perubahan buat pribadi aku sendiri saat ini. Semoga kita bisa selalu bersyukur dengan apa yang kita miliki.

“Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (ni’mat)-Ku.“ (QS. 2:152)

Pada tahun 1995 bulan Desember aku lahir dari Rahim seorang ibu yang sangat luar biasa. Tapi, mungkin tidak seperti yang dialami oleh orang-orang pada umumnya. Dibandingkan dengan ketiga kakak-ku yang lahir di bidan dengan lancarnya, aku lahir di sebuah rumah sakit dengan kesulitan yang luar biasa. Dokter yang pada saat itu membantu persalinan merasa kesulitan dan gak sabar sehingga perlu untuk “digunting”, di vacuum dan sebagainya. Setelahnya, lahirlah aku!

Beberapa lama setelah kelahiran aku ini, nenek menyadari ada sesuatu yang berbeda dimana tangan kiri-ku gak seaktif tangan kanan. Ternyata pada saat proses persalinan, tangan kiri-ku ditarik oleh dokter dan mungkin lumayan kencang sehingga membuat kerangka tangan bayi yang masih rentan itu berubah posisi. Yang membuat sedih adalah dokter tersebut menutupi kecelakaan itu dan tidak bertanggung jawab.

Singkat cerita, kejadian itu buat aku gak bisa ngelakuin banyak hal karena aku gak bisa menggunakan kedua tangan dengan baik. Saat masa pertumbuhan, aku sering sekali ngga ikut senam di sekolah sama anak-anak lainnya karena aku ngga bisa ngikutin gerakan instrukturnya, gak bisa ngelurusin tangan, gak bisa angkat tangan ke atas, pokoknya susah. Dan yang paling membekas bukanlah kesulitan itu, tapi perlakuan teman-teman yang membeda-bedakan. “Kok kamu ngga ikutan sih? ngga bisa yaaaa?” atau “Nih liat kaya gini bisa gak?” itu adalah contoh dari entah berapa kalimat yang keluar dari teman sekeliling saat itu. Bahkan pernah terlontar kata “cacat” yang mungkin merupakan kosakata terjahat untuk mendeskripsikan seseorang. Sampai SD, aku masih belajar buat pegang gelas sendiri, pakai baju sendiri, apa-apa masih dibantu.

Disamping itu, perjuangan untuk sembuh terus dilakuin. Dari mulai pengobatan medis sampai tradisional sudah pernah dicoba. Dari alat-alat medis yang bikin sakit sampai obat tradisional yang bentuk dan bau-nya aneh pernah dicoba. Perjalanan ini pun banyak rintangannya, ada yang belum apa-apa susternya malah ngetawain (lucu kali ya tangannya?), ada dokter yang bilang harus dioperasi dan dibenarkan posisinya tapi gak yakin juga berhasil atau ngga. Karena mungkin sangat riskan, bukan seperti patah tulang yang biasanya di gips terus sembuh. Tapi posisi nya berubah dari pundak dan banyak syaraf & otot yang ketarik buat tanganku bengkok dan terlihat lebih pendek, susah banget digerakin dan rasanya : basa sundanya baal (apa yah bhs. indo nya? haha) gak bisa ngerasain sepeka kulit biasanya.

Mungkin teman-teman sekolah berangkat dan bangun pagi seperti biasa. Dulu, subuh-subuh sebelum sekolah aku ada di rumah dokter buat terapi, baru setelah itu berangkat sekolah. Atau pada malam hari sampai subuh. Kerjaannya terapi, sampai sering sedih dan bosen. Pernah ngalamin terapi dimana sampai bikin aku teriak-teriak kesakitan karena panas banget. Sampai di sekolah malah diejek. Tapi berfikir positifnya, mereka ngga tahu apa yang terjadi sebenarnya. Walaupun bikin sakit hati saat itu, aku biarin aja.

It’s not easy being different. Being different means that you don’t blend in completely with the status quo. It means that you don’t perfectly fit in to the everyday jigsaw of life. It means that what works for and applies to others does not always work for or apply to you.

But then I didn’t stop struggling.

Walaupun tidak sempurna, alhamdulillah sekarang sudah banyak sekali yang bisa aku lakuin sendiri dengan tangan ini. Kewajiban kita hanya bersyukur, ikhtiar dan sabar. Mungkin ini hanya sebagian kecil cerita dari ribuan cerita orang yang mengalami hal yang lebih berat. Semoga cukup untuk membuat lebih bersyukur dan lebih respect terhadap keadaan orang lain.

I’ve learned a lot. I’ve learned that everything does happen for a reason. I’ve learned that everyone I’ve met has helped me to grow & learn in some way, whether they’ve been there as support or to make my life a living hell, it still helped me learn. I’ve learned to suck it up, keep my head up!

Don’t be lazy and make judgments about people. No matter what happens in life, be nice to people. Being nice to people is a peaceful way to live. Let’s have more acceptance.

Bagi siapapun yang merasa minder atau berbeda, you’re beautifully different. No one in this world is worthless. Bangga dan bersyukurlah dengan apa yang kamu miliki saat ini 🙂

Moins de jugements, plus tolérants, prêts à écouter

tumblr_ojxvxg2YCD1vxyqvko1_500

Ouais, on est très au courant que les peuples dans notre société portent des jugements pour tout. Surtout en Indonésie, ces comportements sont de plus en plus forts et cela pourrait extrêmement montrer certaines conséquences. La majorité s’habitue à juger dans n’importe quel aspect et ça gaspille vraiment le temps. En tant que jeune qui vit dans ce type de la société, j’ai déjà porté des jugements mois aussi. Mais après avoir trouvé beaucoup d’inconvénients, je préfère analyser silencieusement au lieu de m’exprimer tout de suite afin de pouvoir respecter les autres car nous ne savons pas exactement une telle chose. Et donc, je m’efforce de diminuer cette habitude négative.

Ça ne vaut pas la peine de commenter les autres car chacun devrait prendre en charge en tous ce qui concerne ses décisions. En plus, ça ne nous dérange pas quand-même. La façon dont vous parlez, comment vous vous habillez, vos affaires et tout ça, cela montrerait des préjugés. Quoi que l’on dise de vous, soyez vous-mêmes 🙂 ! Mais à condition que nous puissions bien respecter le territoire d’autrui.

En outre, sous-estimer est l’un des effets négatifs que j’ai déjà trouvé. C’est franchement dommage mais je vous assure que notre niveau de penser s’améliorait car il se trouvera beaucoup d’obstacles dans notre vie. Ça nous rendra plus sages et d’après moi, less judging will make you happier ! En plus, chacun a ses points forts et ses domaines à développer. Let’s be positive !

Le développement de la concitoyenneté mondiale et de la compréhension culturelle en étant multilingue

 tumblr_o18ij61MzL1td46wgo1_500

De nos jours, les générations font face aux défis mondiaux et cela nous obligent à pouvoir les résoudre en ayant une bonne compétence de la communication dans le but de coopérer avec les gens du monde entier. C’est le multilinguisme dont le rôle est crucial dans la relation internationale. Nous pouvons alors nous demander: Faut-il vraiment avoir une capacité multilingue afin de développer la concitoyenneté mondiale et la compréhension culturelle? Alors, nous débuterons par le rôle de la concitoyenneté mondiale, poursuivons par l’importance du multilinguisme pour démontrer que cela influe exactement la compréhension culturelle ainsi que la contribution universelle.

Encourager le respect de tous, susciter un sentiment d’appartenance à une humanité commune, être responsables et actifs, ce sont les rôles pertinents des concitoyennetés mondiales qui ont une grande influence afin de développer plusieurs domaines du monde. L’existence de défis mondiaux motive des jeunes d’aujourd’hui à améliorer leurs compétences ainsi que leur savoir en vue d’apporter une contribution active à la mise en place d’un monde plus paisible, plus tolérant, plus inclusif et plus sûr. L’un des aspects les plus importants c’est la compétence langagière facilitant les gens à communiquer facilement l’un et l’autre.

Il existe à peu près 6.500 langues, et chaque pays a un certain nombre de cultures ayant des traditions identiques. Cela signifie que les humains ont vraiment besoin d’un système afin qu’ils puissent s’exprimer leurs pensées, leurs sentiments, s’engager dans l’action sociale et communiquer avec les gens qui viennent du monde entier. La langue internationale est exactement un système dont nous avons besoin pour que nous puissions se comprendre, faire un accord, coopérer avec des communautés, des organisations ainsi que des institutions internationales ayant des effets positifs dans le développement du pays.

En réalité, il se trouve des défis communs en ce qui concerne; le mouvement rapide des personnes à l’intérieur des pays ainsi qu’au-delà des frontières, une plus grande reconnaissance des droits de groupes minoritaires, renforcer la pertinence de l’éducation à la citoyenneté, l’impact de la mondialisation économique et la transformation du monde du travail, l’impact des technologies de l’information et de la communication. Ces tendances sont de plus en plus compliquées. Donc, il faut que des concitoyennetés mondiales aient leurs contributions potentielles à résoudre les défis interdépendants.

En fait, ce phénomène nous oblige à toujours se développer, faire partie aux actions sociales, augmenter notre qualité de communications. Cela signifie que c’est bien évidemment important d’avoir une bonne capacité dans les compétences langagières, notamment les langues internationales ayant tant d’avantages qui influent les individus, la société et le pays. Ayant la capacité multilingue, les gens ont les grandes occasions à s’engager aux communautés internationales. Ainsi, les langues étrangères ouvrent des portes vers d’autres cultures et elles ont également un avantage professionnel. En plus, celui qui apprend une deuxième langue étrangère, pourra plus facilement contribuer à la compréhension à travers les frontières et à créer un monde meilleur.